De Britto Super Forum

Silakin login atau mendaftar terlebih dahulu di De Britto Super-Forum Very Happy

Tapal Batas - A Journey to Powerful Breakthrough

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Tapal Batas - A Journey to Powerful Breakthrough

Post by sugeng on Thu 17 Nov 2011, 15:18


Judul Buku: Tapal Batas - A Journey to Powerful Breakthrough
Editor: J. Sumardinata
Penerbit: Pustaka Kaiswaran - kaiswaran@yahoo.com
ISBN: 978-602-99452-7-0
Tebal: 204 halaman

Tapal Batas adalah judul sebuah buku hasil refleksi siswa-siswa SMA Kolese De Britto Yogyakarta. Buku yang menceritakan bagaimana mereka melewati rasa ketakutan dalam diri mereka melalui kegiatan live-in sosial. Selama seminggu mereka keluar dari zona aman dan nyaman mereka. Anak-anak yang terbiasa hampir mendapatkan segala sesuatunya dengan mudah, hanya dengan ‘meminta’ dari orang tua diajarkan bagaimana hidup itu sesungguhnya. Pamong sekolah Rm. L. Bagus Taufik Dwiko NP, SJ (Rm. Dwiko) mengatakan kepada para siswanya, “Tidak kerja, tidak makan”. Anak-anak tidak dibekali uang dan tidak diperbolehkan membawa HP. Mereka harus bekerja sendiri untuk bisa makan. Kelihatan kegiatan ini kejam, tapi ini membuka mata mereka dan lebih memaknai hidup mereka. Para siswa diajak melihat dan terlibat langsung di tempat pembuangan sampah, pemulung, pengamen jalanan, pengasuh anak-anak autis, pelayan kaum difable, perawat orang jompo, dan pengidap kusta. Bukan hal yang mudah bagi para siswa melakukannya. Suatu gebrakan baru buat para siswa.

Mereka diajak mengalami Tapal Batas kehidupan. Sebuah pengalaman perjumpaan seseorang dengan dirinya sendiri - dengan segala kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya (hlm. xvi). Anak-anak yang tadinya merasa tidak mampu, putus asa, dan ketakutan ternyata bisa mereka lewati. Mereka belajar bagaimana sulitnya mencari uang, seperti yang dituliskan oleh Frederik Ivan Pramana B, “Hari terakhir, sebelum pulang, kami menjual sampah yang kami kumpulkan. Ternyata 60 kg sampah plastik yang kami kumpulkan hanya laku 19.000 rupiah. Hanya cukup untuk makan satu orang sehari di Jogja. Mencari uang ternyata bukan perkara mudah”. Para siswa juga belajar bagaimana memandang manusia yang dianggap masyarakat kelas bawah, “Mereka manusia terbuang. Bahkan dibuang oleh orang tua mereka sendiri. Keluarga mereka malu punya anak cacat. Itu sebabnya mereka terdampar di Bhakti Luhur Malang ini” (dalam tulisan Di Luar Imajinasi Paling Liarku oleh Richard Andrison Sadeli).

Tetapi pengalaman Tapal Batas mereka, membuat para siswa lebih mensyukuri hidup mereka, membuat mereka lebih kuat, lebih dapat bekerja sama dengan teman, dan lebih percaya diri. “Di Rumah Sakit Kusta Sitanala aku belajar dari para penderita bagaimana bertahan hidup di tengah menipisnya harapan. Belajar tentang manusia. Belajar menjadi manusia” (Bertahan di Tengah Menipisnya Harapan, oleh Y. Niko Shendiasto).

Buku ini layak dibaca untuk membuka mata pembaca, bagaimana anak-anak mami bisa mengatasi Tapal Batas mereka, dan kita pun dapat belajar dari tulisan mereka yang menyentuh hati. Bahasa tulisan yang enak dibaca, membuat kita merasakan getirnya hidup, gejolak rasa keadilan, terkesima, tetapi juga ada harapan di sana. “Live-in sosial merupakan latihan kepemimpinan bertujuan pertama-tama untuk mendobrak kelemahan-kelemahan diri sendiri, mengambil jarak terhadap kelemahan-kelemahan tersebut dan kemudian memaknainya” (Sekapur Sirih Memasang Lentera Jiwa Manusia - Rm Dwiko, SJ).

“Karakter berarti: apa yang tetap Anda lakukan ketika tidak ada yang sudi memperhitungkan Anda; apa yang membuat Anda tetap tegar ketika tidak ada yang menghargai Anda; apa yang membuat Anda tetap bahagia saat tidak ada orang mendukung; dan apa yang tetap orang percayai saat Anda melakukan kesalahan”
- Alexander Mulya.

Selamat Membaca
avatar
sugeng
Super Moderator
Super Moderator

Nationality : South Moluccas
Jumlah posting : 65
Reputation Reputation : 5
Points : 106
Join date : 08.06.11

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik