De Britto Super Forum

Silakin login atau mendaftar terlebih dahulu di De Britto Super-Forum Very Happy

Temu Kolese 2011

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Temu Kolese 2011

Post by Alex on Tue 18 Oct 2011, 13:35



Temu Kolese 2011 mempunyai tiga tujuan. Pertama, Temu Kolese 2011 mengajak kita untuk saling berjumpa dari hati ke hati. Dengan saling berjumpa, kita diajak untuk menyadari lebih dalam keprihatinan Gereja dan Bangsa yang kita rasakan dalam komunitas Kolese kita masing-masing. Serikat Yesus merumuskannya dalam tiga hal yaitu meningkatnya kemiskinan, maraknya kerusakan lingkungan hidup dan perusakan

Kedua, sebagai sebuah komunitas Kolese, kita disatukan dalam satu panji spiritualitas yang sama yaitu Spiritualitas Ignasian. Dari panji itu mengalirlah semangat-semangat yang kita hidupi dalam 3 C (competence, consience, compassion), solidaritas, magis, AMDG, cura personalis dan lain-lain. Oleh karena itu, dalam perjumpaan ini, kita ingin bersama-sama mencecap kembali semangat-semangat warisan Ignatius Loyola tersebut.

Ketiga, kita ingin mengolah dan menanggapi tiga keprihatinan di atas dengan semangat Ignasian yang kita temukan dalam setiap perjumpaan yang kompetitif maupun kolaboratif. Oleh karena itu, baik setiap perjumpaan yang kompetitif maupun kolaboratif bukanlah halangan untuk menghayati semangat Kolese kita. Justru dengan perjumpaan itu, kita ingin menanggapi keprihatinan itu secara bersama-sama dalam sebuah networking antarkolese.

Untuk mencapai tujuan Temu Kolese 2011 digunakanah sarana kegiatan dengan konsep Kolaborasi-Kompetisi dan metodologi see, judge, act. TEKOL 2011 mengusung konsep kolaborasi dan kompetisi. Kolaborasi akan sangat kental dalam Bidang Olahraga; sepakbola putra, basket putra/putri, voli putra, futsal putri. Sebaliknya, dalam bidang non-olahraga kita akan melihat panasnya kompetisi; debat inggris, apresiasi sastra novel, fotografi, film pendek, bercerita. Kekhasan lain TEKOL 2011, tiap kolese akan menyiapkan koran dinding sebagai background stand kolese mereka. Koran dinding ini tidak dilombakan.

Metodologi see, judge and act berarti momen TEKOL 2011 me njadi saat bagi siswa untuk melihat keprihatinan-keprihatinan yang ditawarkan tema TEKOL 2011. Kemudian, diharapkan ada movement di setiap kolese sebagai tanggapan atas kesadaran yang diperoleh setelah mengikuti tekol.

Mengapa kolaborasi?

- Menghindari konflik antar kolese. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, model kompetisi menyebabkan timbulnya konflik, karena fanatik dengan kolese masingmasing. Dan bahkan ada satu kolese yang menjadi korban karena dianggap tidak mau bergaul. Dengan model kolaborasi, anak-anak dibaurkan sejak awal.

- Th. 2004, kolaborasi I, penyelenggaraannya masih agak kedodoran. Anak-anak belum disiapkan untuk berkolaborasi.

- Th. 2008, kolaborasi II, penyelenggaraannya sudah tertata. Anak-anak sudah disiapkan jauh-jauh hari, kurang lebih setahun sebelumnya. Anak berkolaborasi sejak awal, sehingga ada kedekatan di antara mereka.

Mengapa Kompetisi?

- Dari pengalaman yang ada ketika bertemu kita pun ingin tetap menunjukkan kekhasan masing-masing Kolese. Oleh karena itu kita masih member ruang dalam Temu Kolese 2011 dalam bidang non-olahraga.

- Dua model itu kami gabungkan dalam TEKOL 2011 ini. Hal ini juga atas rekomendasi para Kepala Sekolah Kolese ketika mereka bertemu.

- Konsep Kolaborasi-Kompetisi dan metodologi see, judge, act.

- TEKOL 2011 mengusung konsep kolaborasi dan kompetisi. Kolaborasi akan sangat kental dalam Bidang Olahraga; sepakbola putra, basket putra/putri, voli putra, futsal putri. Sebaliknya, dalam bidang non-olahraga kita akan melihat panasnya kompetisi; debat inggris, apresiasi sastra novel, fotografi, film pendek, bercerita. Kekhasan lain TEKOL 2011, tiap kolese akan menyiapkan koran dinding sebagai background stand kolese mereka. Koran dinding ini tidak dilombakan.

- Metodologi see, judge and act berarti momen TEKOL 2011 menjadi saat bagi siswa untuk melihat keprihatinan-keprihatinan yang ditawarkan tema TEKOL 2011. Kemudian, diharapkan ada movement di setiap kolese sebagai tanggapan atas kesadaran yang diperoleh setelah mengikuti tekol.

Alex
Senior Student
Senior Student

Angkatan : -
Nationality : Indonesia
Jumlah posting : 7
Reputation Reputation : 0
Points : 13
Join date : 18.10.11

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Temu Kolese 2011

Post by Alex on Tue 18 Oct 2011, 13:36

Tema Temu Kolese 2011



A.SIAPA KITA?

mendengar kata Kolese, saya teringat pada orang suci pelindung seminari saya, yaitu St. Petrus Kanisius. Ketika revolusi gereja meledak tahun 1600-an karena pengaruh Martin Luther, St. Petrus Kanisius mencoba memperbaiki wajah Gereja dengan mendirikan kolese-kolese dan seminari-seminari. Tujuannya adalah mendidik anak-anak muda agar menjadi pribadi yang unggul, yang tidak akan terpengaruh oleh provokasi ataupun hasutan bidaah termasuk ikut dalam arus Gereja revoLusi. Selain itu, anak-anak di sana dididik secara khusus agar mampu memberi pengaruh positif pada orang-orang agar bertahan pada iman Katoliknya.

Ungkapan yang terkenal dari St. Petrus Kanisius adalah, 'Educatio Puerorum, Reformatio Mundi', yang artinya, 'Mendidik kaum muda, merubah dunia'. Mengapa anak muda? Masa muda adalah masa yang paling produktif. Pada masa itu terdapat competence, conscience, dan compassion. Dari situ, jika kita bertanya siapa diri kita (Kolese), kita adalah anak-anak muda yang disiapkan agar dapat merubah dunia menjadi lebih baik.

B.DUC IN ALTUM

Duc In Altum. Bertolaklah ke tempat yang dalam. Ungkapan ini diberikan oleh Yesus kepada Petrus yang telah seharian melaut, namun tidak mendapat ikan satupun. Konteksnya saat itu, Petrus merasa sangat lelah, jenuh, kacau karena seharian tidak mendapat penghasilan. Bayangkan, nelayan adalah pekerjaan yang rendah, jika sekali tidak mendapat penghasilan, maka bisa tidak makan dia dan sekeluarganya. Petrus kecewa, marah, bahkan ketika Yesus mengatakan 'Bertolaklah ke tempat yang dalam!' Petrus malah berkata, 'Berkotbahlah pada ikan!' ungkapan Petrus ini merupakan gambaran keputusasaan seseorang yang mengalami kegagalan berulang kali. Namun, ketika ia menuruti perkataan Yesus untuk menebarkan jalanya ke tempat yang lebih dalam, ia mendapatkan ikan yang sangat berlimpah, bahkan membuat jalanya koyak. Apa yang dapat kita pelajari dari pengalaman Petrus? Petrus seperti kita sendiri sekarang ini. Coba kita lihat keadaan Negara kita ini. Perusakan alam mengakibatkan bencana. Bencana mengakibatkan kemiskinan. Belum lagi keharmonisan umat manusia semakin hancur. Rasa kemanusiaan sering kali bukan lagi menjadi pertimbangan. Kita seperti Petrus yang berkali-kali mengalami kegagalan, kita berkali-kali dipukul oleh bermacammacam dinamika kehidupan di Negara ini. Kita bisa saja bersedih atau kecewa akan keadaan ini, namun jika hanya tenggelam dalam kesedihan dan kehilangan iman kita pada Yang Mahakuasa, kita seperti Petrus yang tidak percaya pada sabda Yesus. Di sinilah, tema Duc In Altum menjadi relevan bagi kita. Di tengah banyak peristiwa yang membuat kita berduka, kecewa, beranikah kita Duc In Altum-Bertolak ke tempat yang dalam seperti Petrus.

Bertolak ke tempat yang dalam dapat kita maknai sebagai suatu proses pemaknaan. Dalam kesempatan Temu Kolese ini, kita mengkhususkan diri, dalam dinamika-dinamika yang kita lakukan dalam TEKOL, kita mencoba memaknai peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi di Negara kita ini. Secara khusus yang menjadi keprihatinan kita bersama : kemiskinan, perusakan alam dan bentuk-bentuk radikalisme. Dengan memaknai peristiwa-peristiwa tersebut secara mendalam, maka kita akan mampu menemukan wajah Yesus sendiri di balik peristiwa-peristiwa tersebut.

Setelah memaknainya secara mendalam, serta menemukan wajah Yesus, kita tidak akan tenggelam dalam kekecewaan dan kesedihan, melainkan muncul gagasan untuk bertindak. Namun jangan salah! Globalisasi yang berkembang dengan pesat sering kali membentuk mental reaktif. Bertindak cepat, tanpa pemikiran matang, dan pemaknaan suatu tindakan tidak lagi dipikirkan. Duc In Altum mengajak kita untuk tidak hanya berpikir dengan mental reaktif, instan, sensasional, dsb. Tapi lebih-lebih mau mengajak kita untuk mampu mengambil tindakan tepat dan bermakna. Dengan bertolak ke tempat yang lebih dalam (memaknai peristiwa secara mendalam), kita semakin mengerti akan masalah yang kita hadapi, kemudian mampu memikirkan dan melakukan tindakan yang cepat, tepat, bermakna.

C.TEMU KOLESE

Berkaitan dengan tema Duc In Altum, anak-anak kolese diundang untuk 'menarik diri'. Dengan melakukan pertemuan bersama secara eksklusif, setiap peserta mencoba ber-duc in altum, mencoba berpikir dan merasakan secara lebih mendalam. Ini adalah kesempatan untuk sama-sama berpikir dan berefleksi melihat fenomena yang menjadi keprihatinan bersama, yaitu kemiskinan, kerusakan alam, dan bentuk-bentuk radikalisme. Dalam setiap kegiatan di Temu Kolese ini, setiap peserta berusaha mencari wajah Tuhan di balik keprihatinan-keprihatinan tersebut. Dengan demikian, setiap peserta tidak hanya tenggelam dalam kekecewaan, kesedihan dsb. Tapi mampu sama-sama mencari dan memikirkan tindakan kongrit yang tepat untuk menghadapinya. Peserta tekol yang berasal dari bermacam-macam lapiran, suku, ras, budaya akan semakin memperkaya wawasan dan pandangan masing-masing.

Pada kesempatan tekol juga berawal dari pribadi, semua mencoba memberikan pemikiran masing-masing, dalam kegiatan-kegiatan, peserta mempersatukan pemikiran, pandangan, akan keprihatian-keprihatinannya. Setelah semua digerakkan oleh kebersamaan (rasa, pikiran dan tujuan) yang tercipta di TEKOL, masing-masing pribadi akan menjadi MEN AND WOMEN ON MISSION. Masing-masing peserta bisa melakukan tindakan konkret di masyarakat dengan bekal yang di dapat di TEKOL.. DUC IN ALTUM!

Alex
Senior Student
Senior Student

Angkatan : -
Nationality : Indonesia
Jumlah posting : 7
Reputation Reputation : 0
Points : 13
Join date : 18.10.11

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Temu Kolese 2011

Post by Alex on Tue 18 Oct 2011, 13:38

Logo Temu Kolese 2011



ARTI LAMBANG

Roda melambangkan dunia yang tak selalu sama (selalu berputar) Bumi melambangkan dunia yang menjadi tempat hidup kita sebagai manusia Kapal melambangkan semangat yang dimiliki manusia untuk mengarungi dunia melawan ombak Ombak melambangkan tantangan bagi manusia Salib di layar kapal menandakan bahwa dalam kehidupan kita selalu di sertai Allah Duc In Altum melambangkan bahwa kita harus lebih berani untuk berkarya dalam kehidupan nyata (terutama bagu kaum muda) Meriam melambangkan kesiapan hati jika suatu ketika mengalami cobaan yang sangat berat

ARTI WARNA

Roda berwarna hitam dan putih melambangkan sikap manusia yang baik dan buruk Kapal dan layar berwarna coklat melambangkan keserhanaan dalam menjalani hidup sebagai manusia


Terakhir diubah oleh Alex tanggal Tue 18 Oct 2011, 13:41, total 1 kali diubah

Alex
Senior Student
Senior Student

Angkatan : -
Nationality : Indonesia
Jumlah posting : 7
Reputation Reputation : 0
Points : 13
Join date : 18.10.11

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Temu Kolese 2011

Post by Alex on Tue 18 Oct 2011, 13:40


Alex
Senior Student
Senior Student

Angkatan : -
Nationality : Indonesia
Jumlah posting : 7
Reputation Reputation : 0
Points : 13
Join date : 18.10.11

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Temu Kolese 2011

Post by Alex on Wed 19 Oct 2011, 12:55

Saudara dari Timur



Kolese Le Cocq d'Armandville adalah kolese Yesuit yang terletak di Nabire, Papua. Kolese ini merupakan satu‐satunya kolese Jesuit yang berada di luar Pulau Jawa, dan ini adalah kali pertama mereka bergabung di Temu Kolese 2011 di Mertoyudan.
Sebagai kontingen pertama, Kolese Le Cocq mempersiapkan segalanya dangan sebaik mungkin. Berbagai macam seleksi (menyanyi, menari, wawancara dll) telah dilakukan, hingga terpilihlah 12 orang sebagai kontingen Le Cocq yang saat ini ada di tengah‐tengah kita.
Perjalanan panjang dan melelahkan selama kurang lebih satu kali 24 jam mereka jalani. Berawal dari Nabire, dengan rute yang agak rumit yang merupakan perpaduan antara jalur darat dan udara tim dari kolese Le Cocq tiba di Mertoyudan. Mereka sempat singgah beberapa saat di Jogja, hingga pada akhirnya mereka dapat berkumpul di Seminari Mertoyudan ini. �Capek rasanya naik pesawat sebanyak itu, belum lagi ketika tiba di Jawa, kami merasakan sesak, karena udara di Jawa berbeda dengan di Papua yang masih sangat segar,� ungkap Nia salah satu kontingen Le Cocq, ketika ditanya mengenai perjalanan dan kesan pertama tiba di Pulau Jawa.
Dengan gagah berani saudara‐saudara timur kita ini melangkah dalam upacara pembukaan kemarin. Tanpa rasa malu dan canggung mereka memperlihatkan pakaian adat mereka, termasuk diantaranya ada kawan kita yang memakai koteka. �memang pada awalnya saya merasa malu untuk keluar kamar ganti, namun setelah saya pikir, ini merupakan bagian yang melekat dalam diri saya, dan saya bangga karena telah memperlihatkan budaya Papua kepada kawan‐kawan Kolese yang lain� ungkap Hery Y. Tebay.
Kebanggaan dalam menunjukkan sebuah perbedaan. Kebanggaan dalam menunjukkan sebuah jati diri adalah hal sepatutnya menjadi bagian semangat hidup yang seharusnya kita contoh dari teman teman kita dari papua. Kegembiraan dalam indahnya sebuah keberagaman yang menjadikan temu kolese ini semakin berwarna dan semakin mengasyikkan. Kemenangan diri sendiri atas ego dan rasa malu yang di alami oleh saudara kita Hery ini patut di apresiasi, tindakan yang tidak mementingkan diri sendiri dan rasa malu untuk semakin membuka mata dengan jelas betapa hidup ini penuh dengan keanekaragaman. Bersatu dalam indahnya perbedaan merupakan sebuah kenangan yang tak akan terlupakan.

Alex
Senior Student
Senior Student

Angkatan : -
Nationality : Indonesia
Jumlah posting : 7
Reputation Reputation : 0
Points : 13
Join date : 18.10.11

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Temu Kolese 2011

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik